Training of trainer MPKSDI PDM Klaten

Februari 05, 2025

 


Baitul Arqam adalah salah satu perkaderan formal utama di Persyarikatan Muhamamadiyah yang merupakan modifikasi dan menyederhanaan dari Darul Arqam. Baitul Arqam merupakan pelatihan perkaderan formal yang dilaksanakan ditingkat ranting, cabang, daerah dan amal usaha Muhammadiyah. Baitul arqam memiliki tujuan sebagai sarana untuk meneguhkan ideologi persyarikatan, membentuk militansi kader dan penguatan SDM kader persyarikatan, serta memiliki peran penting dalam mencetak kader persyarikatan yang berakhlak mulia, kompeten dan siap menerima tampuk pimpinan persyarikatan.

Pengelolaan Baitul Arqam yang baik dan terstruktur menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan tersebut. Oleh karena itu Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Klaten menyelenggarakan Training of  Trainer (ToT) yang dilaksanakan selama 2 hari 1 malam, 11-12 Januari 2025 bertempat di Balai Pengembangan Mutu Pendidikan (BPMP) D.I Yogyakarta di ikuti 50 peserta dari MPKSDI sekabupaten Klaten.

Penyelenggaran Training of Trainer (ToT) bertujuan untuk membentuk korps instruktur yang handal dan siap melaksanakan program perkaderan di tingkat cabang maupun ranting Muhammadiyah. Salah satu topik utama dalam ToT ini adalah Baitul Arqam. Dalam ToT ini ada 5 pembahasan, yaitu :

1.      urgensi perkaderan formal di cabang dan ranting

Tema ini disampaikan oleh ketua MPKSDI PDM Klaten, Suyono menjelaskan kader Muhammadiyah harus memiliki integritas, kompetensi dan semangat yang tinggi. Kader Muhammadiyah diharapkan memiliki kecerdasan sosial, inisiatif dan produktivitas. Beliau juga menyebutkan 6 tipe kader Muhammadiyah, yaitu :

a.       Kader biologis yaitu orang yang lahur dari keluarga Muhammadiyah.

b.      Kader ideologis dan aktivis, yaitu orang-orang yang berMuhammadiyah karena sejak lama ikut dalam kegiatan dan Pendidikan kader Muhammadiyah. Hal ini ditandai dengan bergabung dalam struktur organisasi Muhammadiyah mulai daro ortom hingga majelis. Kader inilah yang mampu menggerakkan roda persyarikatan.

c.       Kader simpatik, yaitu orang yang menyukai kegiatan Muhammadiyah tapi belum mengenal Muhammadiyah secara mendalam. Inilah kader potensial agar dapat menjadi kader ideologis dan aktivis. Termasuk para pelajar dan mahasiswa Muhammadiyah.

d.      Kader artisan/numpang tenar, ini orang yang mengaku dan bang berMuhammadiyah karena merasa memiliki kepandaian intelektual yang baik sehingga dapat menangkap pergerakan Muhammadiyah yang dianggap realistis. Tetapi diajak berjuang membesarkan persyarikatan banyak argument untuk menghindar.

e.       Kader honoris, yaitu orang yang berMuhammadiyah karena bekerja di AUM tapi tidak mau bergabung dalam kegiatan dan struktur organisasi Muhammadiyah.

f.        Kader penghianat, yaitu mereka orang-orang yang berangkat dari kader honoris di lembaga pendidikan Muhammadiyah, tapi setelah sertifikasi dan menjadi ASN berbalik tidak suka pada Muhammadiyah.

 


 Ada 2 jenis perkaderan Muhammadiyah antara lain, pertama perkaderan utama/formal yaitu Darul Arqam untuk pimpinan pusat dan pimpinan wilayah Muhammadiyah dan Baitul Arqam untuk pimpinan daerah, cabang, ranting dan amal usaha Muhammadiyah. Kedua perkaderan fungsional berbasis lokalitas misalnya Baitul arqam jamaah masjid, komunitas.

Ada beberapa yang harus terlibat dalam baitul arqam diantaranya penyelenggara, intruktur, pelaksana, dan peserta. Adapun tahapan-tahapan baitul arqam, pertama adalah perencanaan (silabus, goal, term of reference, scheduling, estimating, personal maping), kedua Pelaksanaan (Screning¸tim instruktur, managemen kelas, instrument), ketiga Evaluating (pretest-postest, feedback). Di akhir pembahasan ia menyampaikan tugas instruktur yaitu mengelola dan memastikan pelaksanaan baitul arqam berjalan lancar serta bertanggungjawab secara penuh tentang berlangsungnya kegiatan baitul arqam.

2.      Praktik keinstrukturan

Dalam materi ini, MoT membagi peserta menjadi 7 kelompok, masing-masing kelompok terdiri 7 peserta. Tugas yang diberikan kepada peserta adalah praktik menjadi intruktur baitul arqam. Setiap peserta ada yang berperan sebagai MoT (Master of Training), Sekretaris MoT, IoT (Imam of Training), Fasilitator, MoG (Master of Game), pengendali mutu dan evaluator serta tim data dan dokumentasi. Setelah dibagi mereka praktik memerankan sesuai tugas masing-masing. Di Akhir praktik ditutup dengan evaluasi praktik keinstrukturan yang dipimpin oleh MoT.

3.      Ragam game ice breaking dan outbond

            Pada materi ini peserta dipimpin oleh MoG, Tri Yulianto. Peserta secara kelompok berkreasi model game yang akan dipraktikan secara langsung di depan 50 peserta ToT. Ini menjadi materi yang menarik, seru, semua peserta semangat dan bergembira bersama.

4.      Coaching pendampingan perencanaan kegiatan Baitul Arqam di cabang dan ranting

            Edy Noviyanto, sebagai intruktur pada tema Coaching pendampingan perencanaan kegiatan Baitul Arqam di cabang dan ranting.

5.      Praktik desain Baitul Arqan dan RTL

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan setiap anggota MPKSDI mampu mengelola Baitul Arqam di ranting, cabang maupun amal usaha.

Tidak ada komentar:

PandesIT. Diberdayakan oleh Blogger.